Kalau melihat pola angin yg terjadi sampai hari ini maka tampaknya musim kemarau masih akan berlangsung sampai beberapa waktu mendatang. Hal ini terlihat dari pola angin tenggara pada hampir semua wilayah di tanah air. Pola ini menyebabkan peluang perawanan khususnya yg lebih dekat dengan benua Australia berkurang terbentuk.
Obyektif, Independen, Sportif, Berpikir Positif, Berjiwa BESAR
Monday, August 31, 2020
Pola harian dan musiman cuaca
Tuesday, August 11, 2020
Embun upas di Dieng, Bromo dan Ijen
Beberapa waktu ini, berita pariwisata khususnya dilengkapi dengan berita tentang cuaca berupa embun upas yang terjadi di beberapa pegunungan seperti Dieng di Jawa Tengah, gunung Bromo dan Ijen di Jawa Timur. Sesuatu hal yang menurut khalayak ramai menarik untuk disaksikan karena merupakan kejadian cuaca yang tidak biasanya terjadi. Peristiwa ini terjadi pada waktu-waktu tertentu dan langka. Oleh karena itulah maka menjadi obyek wisata yang dicari mengingat tidak setiap tempat di Indonesia bisa terjadi peristiwa itu. Fenomena yang biasa terjadi di lintang menengah atau tinggi yang biasa disebut sebagai embun beku ini di negara-negara tertentu bisa menyebabkan suatu bangunan sampai tertutup embun beku mengingat demikian tebalnya embun beku yang menerpa.
(sumber: https://jateng.inews.id)
Di wilayah Indonesia, hanya tempat-tempat tertentu saja yang bisa mengalami embun beku. Ini khususnya untuk wilayah dengan ketinggian tertentu dan musimnya juga mendukung. Sejauh ini hanya wilayah di Jawa saja yang mengalaminya. Belum ada pemberitaan di wilayah-wilayah lain di tanah air di luar pulau Jawa yang menyeruak meskipun bisa terjadi bila prasyaratnya terpenuhi. Embun beku atau embun upas ini terbentuk ketika suhu tanah lebih hangat daripada udara di atas permukaan tanah yang mengalir. Pada saat bulan Juni-Juli-Agustus, massa udara dari Australia yang saat ini mengalami musim dingin mengalir di atas permukaan tanah. Massa udara dingin dari Australia tersebut akan terjenuhkan ketika melewati permukaan tanah yang lebih hangat yang berada di pegunungan. Pendinginan radiatif dan proses adveksi yang terjadi di gunung atau pegunungan ini menyebabkan embun beku (frost) terbentuk.
Friday, July 17, 2020
Banjir di Sulawesi, Kalimantan dan Papua

Wednesday, July 8, 2020
Kebakaran hutan dan lahan 2020
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3157338/original/076503800_1592559311-IMG_20191003_202022-01_resize_93.jpg)
Saat ini belum ada kabar adanya kebakaran hutan dan lahan yang hebat yang terjadi di wilayah-wilayah yang sering diberitakan selama ini. Ini mengindikasikan bahwa tampaknya usaha modifikasi cuaca yang beberapa waktu lalu dilaksanakan cukup berhasil. Tentu ini semua atas kerja keras yang dilakukan berbagai pihak dalam mengantisipasi karhutla. Kerjasama teknis yang melibatkan instansi yang bergerak di berbagai bidang baik saintifik, layanan masyarakat, hankam, dan masyarakat telah cukup berhasil sampai sejauh ini. Prediksi BMKG yang menunjukkan bahwa banyak wilayah mempunyai potensi kemarau yang bisa berdampak pada kejadian kebakaran hendaknya menjadi peringatan bagi semua pihak untuk menempuh hal-hal yang dianggap penting dan perlu.
Musim kemarau saat ini
Friday, June 26, 2020
Longsor di Palopo Sulawesi Selatan
Kalau melihat informasi dari BMKG yang diupdate tanggal 20 Juni 2020 yang lalu, sebagian wilayah Sulawesi Selatan masih banyak hujan. Hampir tiada hari tanpa hujan seperti yang terlihat pada peta di bawah ini yang ditunjukkan oleh noktah hijau.
Kalau dilihat dari distribusi perawanan yang terjadi pada beberapa hari ini memang tampak bahwa perawanan hujan masih banyak berada di Sulawesi, termasuk Sulawesi Selatan. Tidak mengherankan mengingat pola angin yang membawa uap air masih terdapat di wilayah Sulawesi Selatan. Matahari yang mulai meninggalkan 23,5o lintang utara menuju ke Selatan mempunyai pengaruh pada angin tenggara ini. Semoga kejadian longsor semacam ini tidak terjadi lagi di waktu mendatang. Yang penting juga agar jalan darat poros Palopo - Toraja bisa terhubung kembali sesegera mungkin.
Friday, June 12, 2020
Adaptasi kebiasaan baru ...
Kebiasaan disiplin, sehat dan produktif seharusnya menjadi panduan untuk makin menurunkan tingkat pandemi dan meningkatkan pencapaian tujuan pembangunan nasional di tengah pandemi. Semoga pandemi ini makin memacu kita semua untuk berbagi, bergotongroyong dan melaju bersama menggapai impian.
Thursday, June 11, 2020
Masih adakah hujan di bulan Juni??
Ini belum termasuk memperhitungkan masalah osilasi yang bergerak dari Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik yang berpengaruh juga pada distribusi hujan di tanah air. Awan-awan jenis stratiform dan konvektif yang terbentuk akibat pengaruh osilasi antar musiman di wilayah daratan mempunyai kontribusi pada banyaknya curah hujan yang terjadi, meskipun pada saat ini khususnya di pulau Jawa peluang curah hujan ini berkurang. Pengaruh lokal paling mungkin terjadi di sekitar wilayah pegunungan yang mempunyai pengaruh pada terjadinya angin Foehn seperti terjadi di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Papua. Kondisi dari ketiga sel sirkulasi yang bekerja pada atmosfer di Indonesia menyebabkan pola musim pada bulan Juni ini demikian unik. Pandemi Covid-19 yang turut berpengaruh pada distribusi aerosol di atmosfer sebagai dampak dari menurunnya aktifitas manusia di dunia tampaknya juga membawa pengaruh pada cuaca dan musim. Selama jumlah aerosol di atmosfer berkurang maka pembentukan tetes hujan yang berpeluang menjadi butiran hujan juga berkurang. Kelihatannya tetes-tetes hujan lebih banyak terbentuk dari sumber lautan dibanding di daratan. Sehingga bila terjadi hujan maka hujannya pun cukup deras. Oleh karena itu, bila di beberapa tempat di tanah air masih mengandalkan sisa hujan di musim kemarau ini untuk menanam tanaman padi maka masih dikatakan wajar mengingat masih berpeluang untuk menanam tanaman yang cukup membutuhkan air meskipun saya sendiri ragu apakah tanaman misalnya padi akan tumbuh dengan cukup baik di wilayah bertipe curah hujan monsoonal bila tanpa dukungan irigasi. Bila menanam padi dengan sistem SRI (system of rice intensification) maka air irigasi masih bisa mendukung, namun bila pengairannya menggunakan sistem permukaan lainnya yang boros air maka bisa dibayangkan bahwa padi akan kekurangan air dan bulir padipun tidak akan mencapai ukuran maksimum dan hasil panen optimal.
Wednesday, May 20, 2020
Kebangkitan nasional ...
Sinergisitas antar generasi akan meningkatkan percepatan pembangunan. Keunggulan komparatif kita sudah miliki jauh lebih banyak daripada negara lain. Keunggulan kompetitiflah yang harus terus menerus kita kejar. Daya saing kita harus lebih besar. Wilayah kerjasama negara-negara ASEAN, Lingkar Asia Pasifik, Lingkar Samudra Hindia, G-20, dan Perserikatan Bangsa Bangsa harus dimaknai sebagai upaya kita untuk membesarkan pengaruh Indonesia di kancah dunia. Dengan leadership yang kuat maka pastilah Indonesia akan jaya selamanya.
Monday, May 18, 2020
Badai panas ekuinoks
Peristiwa ekuinoks merupakan hal yang biasa saja terjadi setiap tahun. Tidak ada hal aneh dari peristiwa tersebut kecuali ketika matahari berada pada fase aktif sehingga hot spot yang melontarkan semburah panas matahari ke angkasa luar terasakan sampai ke bumi. Jadi sekali lagi istilah badai panas ekuinoks tersebut tidak benar dan tidak perlu dibahas lagi mengingat kelihatannya setiap tahunnya diulang-ulang.
Wednesday, May 13, 2020
Lagi tentang Covid-19
Banyak pertemuan, rapat, seminar dan sebagainya menggantungkan pada aplikasi tertentu misalnya zoom, yang sangat populer saat ini mengalahkan aplikasi lainnya. Media sosial lainnya juga sangat membantu mengatasi berbagai perubahan budaya tersebut.
Dalam bidang kesehatan juga terjadi perkembangan berarti misalnya pada pembuatan alat pelindung kesehatan, ventilator dan berbagai sarana prasarana lainnya. Salah satu versi ventilator saat ini telah melewati uji klinis dan segera memasuki produksi massal. Berita menggembirakan ini tentu juga akan memicu perkembangan lain di bidang farmasi obat-obatan yang selama ini lebih banyak import dibanding memproduksi sendiri padahal ketersediaan bahan baku obat sangat melimpah di Indonesia. Obat-obatan herbal juga berkembang pesat dan menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi berbagai penyakit yang dialami masyarakat saat ini. Merombak budaya importir menjadi produsen dan eksportir memang tidak mudah. Butuh tekad kuat dari semua pihak untuk bisa mandiri. Tata niaga obat-obatan dan produk farmasi yang lain juga mesti harus diatur ulang agar tidak terjadi kartel yang sangat merugikan masyarakat. Upaya ini harus dilakukan dari dalam dan dari luar sistem tersebut. Selama masih ada pihak-pihak yang bersikap seperti lintah darah maka masih tidak mudah untuk dibenahi. Sekali lagi perlu perombakan total namun dengan sangat hati-hati mengingat obat bagi orang yang sakit sudah seperti makanan sehari-hari.
Dalam usaha menggerakkan ekonomi pula maka khususnya usaha mikro, kecil dan menengah mendapatkan perhatian khusus. Berbagai skema juga telah dilakukan untuk mengurangi dampak covid ini. Sektor pekerja juga telah mendapatkan perhatian khusus melalui program kartu prakerja. Berbagai pihak disasar oleh kartu ini khususnya yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat perusahaannya mengalami kemunduran produksi dan sebagainya. Meski mengalami silang sengketa terhadap niat mulia penerapan pelatihan pra kerja namun program ini tetap jalan terus. Diharapkan tercipta wirausahawan baru yang turut menggerakkan ekonomi masyarakat kelas bawah. Tapi harus dicatat bahwa sebenarnya anggaran pelatihan masih bisa sangat diefisienkan. Bukan tidak mungkin suatu saat materi pelatihan online tersebut akan dibuka untuk publik, tidak hanya yang mendapatkan kartu prakerja saja.
Persaudaraan antar sesama umat manusia juga makin meningkat seiring dengan kondisi senasib sesama anak bangsa. Sebagian orang yang mampu menyediakan kebutuhan pangan bagi warga yang tidak mampu. Kesenjangan sosial yang selama ini menggurita di masyarakat sedikit terbantu dengan kesadaran akan amanat penderitaan rakyat. Berbagai skema bantuan dari pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten dll juga telah digelorakan dan yang masih menjadi masalah adalah data real time. Ini menyisakan pekerjaan rumah yang tidak pernah habis.
Semoga saja pandemi ini segera berlalu dan Indonesia kembali melesat pembangunannya mengejar ketertinggalan dari negara maju. Dalam situasi serba kepepet biasanya bangsa Indonesia lebih kreatif dan inovatif serta menginspirasi. Alam tropis yang demikian nikmat dan indahnya sering meninabobokkan kita sehingga lamban dalam mengejar cita-cita bangsa yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Justru seharusnya dengan kenikmatan alam yang kita peroleh sepanjang waktu ini lebih memacu untuk bergerak membangun karena kendala alam berkurang.
Thursday, May 7, 2020
Mengapa di bulan Mei masih "sering" hujan?
Terlihat dengan jelas peluang curah hujan yang terjadi di wilayah barat pulau Sumatera dan sebagian Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi serta Papua. Awan-awan rendah dan menengah juga cukup tebal tersebar di berbagai wilayah tanah air. Pusat tekanan rendah masif terlihat di barat daya Jakarta.
Memang sekali lagi agak aneh kondisi beberapa waktu terakhir ini, apakah ini dipengaruhi secara tidak langsung oleh pandemi Corona? Mungkin iya. Iklim, musim, cuaca sangat dipengaruhi oleh aktifitas alam dan manusia. Saat ini relatif jauh berkurang pengaruh aktivitas manusia akibat pandemi Corona ini. Bumi sedang berusaha mereset kembali kondisi alamnya. Pada saat kondisi normal dimana aktivitas manusia begitu banyak dan beragam serta mengeluarkan banyak polusi pada bumi serta turut mempengaruhi sebaran titik-titik panas di bumi menyebabkan bumi mengalami kondisi seperti tergambar dalam seratus tahun terakhir ini. Bumi yang demikian dinamis dan terjadi peningkatan aerosol akan memberi peluang pada terciptanya curah hujan sehingga tidak jarang terjadi cuaca ekstrim.
Kembali ke wilayah Indonesia. Rupa-rupanya pada saat ini uap air yang terbawa oleh angin tenggara dari wilayah Australia cukup banyak dan aktivitas tekanan rendah yang terjadi di barat daya Lampung membawa pengaruh pada peningkatan peluang terjadinya hujan akibat awan-awan konvergensi yang terjadi. Aktivitas matahari yang relatif normal menyebabkan penguapan yang memicu adanya awan-awan konvektif juga banyak terjadi. Wilayah Nusa Tenggara yang masih terkadang hujan bisa diduga bahwa masih memungkinkan di beberapa wilayah di pulau Jawa mengalami hujan. Semoga sisa-sisa hujan yang terjadi pada musim pancaroba pertama ini masih bisa membawa berkah dan tidak menimbulkan bencana alam.






