Lebih jauh, perguruan tinggi berfungsi
sebagai laboratorium solusi bangsa, melahirkan inovasi yang menjawab tantangan
zaman, seperti ketimpangan ekonomi dan krisis lingkungan. Kolaborasi antara
dosen, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk menghasilkan
penelitian aplikatif yang berdampak langsung. Dengan demikian, perguruan tinggi
harus keluar dari menara gading dan menjadi pusat penggerak perubahan,
berkontribusi nyata dalam kemajuan sosial dan demokrasi bangsa.
Dalam hal perubahan iklim, hal yang bisa
dilakukan perguruan tinggi banyak sekali dan bisa sangat membumi. Untuk
mengetahui bagaimana perspektif mahasiswa terkait masalah tersebut, telah
dilakukan survey beberapa waktu yang lalu tentang jejak karbon mahasiswa ITB
peserta MK Perubahan iklim dan bagaimana komitmen mereka dalam mengurangi
jejak karbon tersebut. Profil peserta pengisi survey tersebut bisa disajikan
sebagai berikut:
· FTI (Fakultas Teknologi Industri): 15 peserta (26%)
· FTMD (Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara): 9 peserta (15%)
· FTTM (Fakultas Teknik Tambang dan Perminyakan): 7 peserta (12%)
· SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen): 5 peserta (9%)
· FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan): 4 peserta (7%)
· FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam): 1 peserta (2%)
Terkait jejak karbon dan target pengurangannya bisa dinyatakan bahwa:
· Jejak karbon individu bervariasi cukup luas, dari kurang dari 1 ton CO2-eq hingga lebih dari 17 ton CO2-eq per tahun.
· Target pengurangan emisi karbon juga bervariasi, dari nol hingga lebih dari 4 ton per tahun.
· Mayoritas peserta melakukan pengurangan emisi dari kegiatan seperti transportasi, daya rumah tangga, makanan, alat rumah tangga, dan sampah.
Berkaitan dengan industri besar yang terkait dengan bidang studinya maka mahasiswa merespon sebagai berikut:
· Industri besar yang paling banyak disebut terkait dengan program studi adalah: teknologi informasi, energi (minyak dan gas, petrokimia, panas bumi), pertambangan, dirgantara, dan manufaktur.
· Nama perusahaan besar yang paling banyak muncul: Google, Microsoft, Boeing, Pertamina, PT Freeport, ArcelorMittal, dan beberapa perusahaan besar lain sesuai bidang.
Ketika ditanyakan tentang emisi karbon Perusahaan tersebut dan teknologi pengurangannya, mereka menjawab sebagai berikut:
· Teknologi pengurangan emisi yang digunakan meliputi:
o Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)
o Efisiensi energi (data center, produksi, dan operasi)
o Energi terbarukan (solar, angin, geothermal)
o Optimasi proses produksi dan penggunaan AI
o Pengurangan bahan bakar fosil dan elektrifikasi peralatan
- · Peserta survei menunjukkan kesadaran yang baik terhadap jejak karbon pribadi dan menetapkan target pengurangan yang realistis.
- · Pengurangan emisi dilakukan pada beberapa aspek utama yang berkontribusi paling besar terhadap emisi, yaitu transportasi dan penggunaan energi di rumah.
- · Industri yang menjadi fokus mayoritas peserta memberikan gambaran teknologi dan langkah-langkah nyata dalam pengurangan emisi karbon, yang dapat menjadi contoh bagi individu dan organisasi lain.
- · Rekomendasi:
o Memperkuat edukasi dan kampanye pengurangan jejak karbon di kalangan mahasiswa.o Mendorong adopsi teknologi hijau di tingkat individu maupun institusi.o Membuat program kolaborasi antara fakultas dengan perusahaan terkait untuk riset dan pengembangan teknologi rendah karbon.
