Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) sudah terjadi sejak beberapa waktu ini yang dipicu oleh suhu tinggi dan kelembapan relatif udara yang kecil serta campur tangan manusia yang memicu percikan api akibat membuang puntung rokok sembarangan, membiarkan pecahan kaca atau lensa berada di rerumputan atau perdu yang kering, dan pembakaran yang disengaja untuk memperluas area perkebunan dll. Suhu tinggi dan kelembapan relatif udara yang rendah memungkinkan fenomena El Nino super, Dipole mode positif dan monsoon Australia yang bertiup makin memudahkan memicu kebakaran.
Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dengan cara cara konvensional sampai dengan cara cara modern seperti water bombing, modifikasi cuaca, sampai dengan teknologi tepung singkong pemadam kebakaran. Kanal air di lahan lahan gambut yang semula akan digunakan untuk memudahkan penampungan air dihentikan karena dikhawatirkan bisa memicu karhutla yang makin besar akibat lahan gambut yang makin mengering.
.jpg)
No comments:
Post a Comment