Wednesday, June 22, 2016

Jawaban, mengapa saat ini Indonesia masih mengalami ....

Pertanyaan yang saya ajukan beberapa waktu yang lalu terasa memang cukup sulit untuk dijelaskan, mengingat berbagai anomali yang terjadi saat ini di perairan sekitar Indonesia dari samudra Pasifik sampai dengan samudra Hindia, dari pola angin yang sedang berlangsung, dengan letak semu matahari yang hampir mendekati lintang maksimumnya di belahan bumi utara, dan dengan distribusi perawanan saat ini. Perairan yang ada di Indonesia dan sekitarnya menunjukkan trend penurunan temperatur. Samudra Pasifik  menunjukkan bahwa El Nino sudah berakhir bulan Mei 2016 kemarin dan sekarang menunjukkan pola di sekitar netral. Ini artinya pola umum monsoon yang biasa terjadi di atas wilayah Indonesia akan kembali seperti biasanya. Untuk pertamakalinya di 2016, pola angin streamline dan tekanan konsisten dengan kondisi netral. Prediksi dari NOAA, La Nina akan berlangsung pada musim gugur dan dingin di BBU  tahun 2016/2017 dengan peluang 75%. Saat ini nilai temperatur rata-rata berada dekat atau di bawah rata-rata di 3 dari 4 tempat wilayah monitoring ENSO. 
Samudra Hindia juga menunjukkan pola adanya IOD yang negatif yang ditunjukkan oleh menurunnya suhu permukaan laut di sebelah Barat Sumatra. Seharusnya akibatnya adalah terdapat sedikit perawanan di wilayah tersebut. Namun kenyataannya hari ini (22/6/2016) banyak perawanan di sebagian besar Sumatra dan Barat Barat Daya Kalimantan.
Dari citra satelit Himawari 8 yang diunduh hari ini jam 10 WIB, perawanan yang berpeluang besar menyebabkan hujan banyak terbentuk di ekuator dan sekitarnya khususnya untuk wilayah Asia Tenggara. Awan terbentuk di sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, seluruh Maluku, sebagian NTB, dan wilayah Papua terutama Kepala Burung.
 http://weather.is.kochi-u.ac.jp/SE/00Latest.jpg
Streamline pada jam 07.00 WIB tadi pada ketinggian 3000 feet versi BMKG adalah bahwa umumnya angin berasal dari arah Timur sampai Tenggara dengan kecepatan 10-15 knot, sedangkan di sebagian kecil dari arah Barat Daya khususnya di Sumatera dan sebagian besar pulau Kalimantan. Mengingat bahwa saat ini matahari terletak semu di hampir maksimum belahan bumi utara, maka pada kondisi normal angin akan bertiup ke arah Barat Laut di Selatan ekuator dan Barat Daya di Utara ekuator. Faktor lokal mungkin juga cukup berpengaruh pada kondisi di atas.
Rupa-rupanya interaksi yang demikian kompleks inilah yang menyebabkan bahwa masih banyak wilayah Indonesia yang masih mengalami musim hujan.

Friday, June 10, 2016

Mengapa saat ini masih banyak hujan di wilayah Indonesia???

Pertanyaan tersebut muncul dari seorang kolega dosen yang sangat perhatian pada masalah cuaca, musim dan iklim di Indonesia. Beliau mengaku heran mengapa hal itu terjadi padahal biasanya bila sudah menginjak bulan Juni, Indonesia khususnya Bandung sudah memasuki musim kemarau. Menurut kalian mengapa hal ini terjadi?? Kutunggu jawaban kalian ya. Nanti bila benar akan saya posting di web ini. Ditunggu sampai dengan hari Minggu.