Minggu, 02 Oktober 2016

Mengapa sering hujan saat ini di tanah air ??

Bila melihat pola streamline saat ini, mungkin banyak orang berdasarkan buku-buku geografi dan ilmu bumi lainnya, bertanya-tanya ... cuaca di Indonesia seharusnya masih kurang hujan dan masih memasuki musim kemarau. Tapi mengapa ini tidak? Coba lihat link berikut


Angin masih bertiup dari arah tenggara/benua Australia. Tapi coba lihat di link berikut:

Terlihat bahwa bahwa banyak awan tebal yang berpotensi hujan banyak terserak di atas wilayah Indonesia. Wilayah pulau Jawa dan sebagian Sumatera praktis tertutup awan-awan penghasil hujan. Tidak heran di wilayah-wilayah tersebut banyak terjadi hujan dari ringan sampai sangat deras. Kota kalian mengalaminya?? Di Nusa Tenggara Barat dan Timur praktis tidak ada/tidak banyak awan-awan hujan seperti kumulonimbus dan nimbostratus. Oleh karena itu jika kalian saat ini terbang ke beberapa pulau di Indonesia, akan banyak mengalami guncangan pesawat. Tapi percayalah bahwa pesawat saat ini dilengkapi dengan teknologi mutakhir sehingga peluang terjadinya kecelakaan pesawat akibat faktor cuaca bisa diminimalisir.
Mengapa banyak awan di sebagian besar wilayah Indonesia? Ini tak lain karena menghangatnya temperatur permukaan laut di kawasan Indonesia dan sekitarnya, di atas 26oC. Dengan demikian maka terdapat proses transfer panas dan kebasahan ke udara dari permukaan air laut sehingga membentuk awan-awan.

Jadi sekali lagi wajarlah bahwa di wilayah kita banyak awannya yang terdorong oleh angin tenggara sampai barat daya ke atas daratan. Pengaruh topografi juga makin mendukung banyak hujan di bagian windward.
Dipole mode negatif juga mendukung terbentuknya perawanan di barat Sumatera. Kok bisa? Kenapa ya? Coba yang ini jawab ya.
Di Samudra Pasifik ekuator meskipun zona lidah dingin di daerah Nino 3.4 tidak begitu besar namun mengindikasikan masih adanya La Nina di wilayah ini. Coba lihat gambar berikut ini:

Pada saat La Nina biasanya memang wilayah atmosfer Indonesia bertekanan rendah sehingga makin memudahkan terbentuknya perawanan hujan. So sudah jelas khan? Itu saja dulu dech saat ini. Oh ya, masih ditunggu pertanyaan-pertanyaan tentang La Nina sampai pertengahan Oktober ya. Salam sukses selalu.



3 komentar:

  1. Gambar-gambar pada tulisan di atas bisa kalian googling, demikian juga semua gambar yang termuat dalam blog ini yang tidak saya cantumkan sumbernya. Pernyataan ini untuk menghindari plagiarism dalam tulisan. Atas pengertiannya saya ucapkan banyak terimakasih. Salam.

    BalasHapus
  2. Salam hormat, Dr Joko Wiratmo. Saya Adrian YP dari Kota Surabaya. Sejak 2 Minggu terakhir sampai sekarang, 12 - Oktober - 2016, kondisi cuaca di Kota Surabaya sangat tidak nyaman. Waktu pagi sampai siang jam 07:30 - 11:00 langit sangat cerah tidak ada awan, tapi dari siang sekitar jam 12:00 sampai besok subuh jam 04:00 seringkali hujan, bahkan 1 - 2 kali pernah hujan sangat deras. Saat ini saya harus menjaga stamina fisik supaya tidak mudah sakit karena kondisi cuaca yang 'gila', sangat lembab dan perubahan suhu yang ekstrem di Kota Surabaya dan sekitarnya. Semoga saja kondisi cuaca nya tidak begini terus.
    Salam, Adrian YP.

    BalasHapus
  3. Semoga diri anda bisa terbebas dari pengaruh cuaca yang tidak menyenangkan saat ini dan cuaca kembali menyenangkan seperti semula. Saat ini memang kondisinya kemarau basah dan mulai menginjak musim hujan. Saya baru pulang kemarin dari Jawa Timur. Selama di sana, cuacanya panas yang kemudian dilanjutkan dengan hujan pada sore dan malam hari. Kenapa demikian ... sudah saya sampaikan dalam dua tulisan di blog ini (September dan Oktober).

    BalasHapus