Selasa, 25 Mei 2010

Maestro keroncong itu telah pergi untuk selamanya

Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi
Perhatian insani

Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Di musim hujan
Air meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung Seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut

Itu perahu
Riwayatnya dulu
Para pedagang
Selalu naik itu perahu

-----
Selamat jalan mbah Gesang. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Nya dan engkau dikenang sepanjang masa oleh anak negeri ini dan bangsa-bangsa lain. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar