Senin, 10 Mei 2010

Adakah hubungan antara El Nino dan pemanasan global?

Pertanyaan ini diajukan kepada saya beberapa waktu yang lalu. Agak aneh nich pikir saya karena saya pikir dia mahasiswi saya. Tapi setelah tanya ini itu akhirnya saya tahu bahwa dia bukan mahasiswi saya. Ok itu sedikit latar belakang saya menulis tentang hal ini.

El Nino adalah peristiwa anomali memanasnya suhu permukaan laut samudra Pasifik ekuator yang berdampak pada cuaca dan iklim global. Telah kita ketahui bersama bahwa El Nino terjadi setiap 2-7 tahun sekali dan telah ter-record di parameter proksi sejak ribuan tahun yang lalu. Hanya kemudian disadari bahwa peristiwa yang awalnya dikira peristiwa lokal di perairan Peru saja oleh presiden Masyarakat Geografi Lima, Peru pada abad 19 ternyata merupakan peristiwa yang berkawasan luas meliputi samudra Pasifik ekuator. Dampak anomali memanasnya suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur ekuator tersebut menyebabkan pola angin juga berubah, daerah tekanan rendah juga berubah dan sirkulasi Walker juga berubah. Karena wilayah yang berubah ini luas maka juga berdampak pada pola cuaca global. Banyak wilayah yang tadinya banyak hujan seperti Indonesia mengalami pengurangan curah hujan bahkan kekeringan. Atau wilayah yang tadinya jarang hujan, menjadi banyak hujan bahkan banjir terjadi, dll. Selengkapnya tentang El Nino ini dapat dilihat pada beranda website ini.

Pemanasan global terjadi akibat terjebaknya panas dalam selimut atmosfer kita karena gas-gas rumah kaca; radiasi gelombang pendek bisa masuk ke bumi tetapi radiasi gelombang panjang dipantulkan lagi ke bumi dan hanya sedikit yang lolos ke angkasa. Gas-gas rumah kaca ini seperti metana, CO2, NOx, uap air dll yang selalu ada di atmosfer menjaga panas bahkan memanaskan bumi karena sifatnya seperti di atas. Bila gas-gas rumah kaca ini makin banyak terdapat di atmosfer maka dipastikan bumi akan makin panas. Aktivitas manusia dan alamlah yang mensuplai keberadaan gas-gas rumah kaca ini.  Sejak era peradaban (revolusi) industri, jumlah gas-gas rumah kaca ini meningkat pesat. Akibatnya seperti kita rasakan sekarang ini: makin banyak bencana alam terjadi di berbagai belahan bumi. Hujan yang makin deras, kekeringan yang makin menyengat, badai dan tornado yang makin sering, hujan salju yang makin menggigit, berbagai penyakit  muncul, mutasi genetik pada ikan dll sudah menjadi makanan kita sehari-hari. Berbagai macam pertemuan yang membahas hal ini pada tingkat dunia juga telah dilakukan, tapi yach ... sampai saat ini belum berarti untuk mengatasi fenomena perubahan iklim akibat pemanasan global ini.

Kedua fenomena di atas (El Nino dan pemanasan global) merupakan dua peristiwa yang berbeda dimana kedua-duanya berdampak pada cuaca dan iklim global. Belum ada teori yang mampu menghubungkan kedua peristiwa ini yang pernah saya temui. Namun pengamatan menunjukkan bahwa pada era pemanasan global ini, El Nino makin sering terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar