Jumat, 01 Januari 2010

Renungan tahun baru 2010

Tak terasa tahun 2009 telah berlalu. Banyak kejadian yang mengesankan selama tahun tersebut. Di penghujung tahun, marak pembicaraan orang tentang kiamat 2012, kasus cicak-buaya antara KPK dan kepolisian yang mengibarkan nama Bibit-Chandra, kasus Antasari yang terjerat kasus pembunuhan Nasruddin, kasus Prita Mulyasari yang terjerat pelaksanaan UU ITE, dan kasus bank Century.
Hingar bingar peristiwa2 tersebut menyedot perhatian publik sehingga program-program 100 hari kabinet Indonesia bersatu jilid 2 tidak begitu terdengar. Kita tidak tahu seberapa jauh program 100 hari kabinet tersebut terlaksana padahal program2 tersebut sebagai salah satu ukuran keberhasilan program pemerintah untuk 5 tahun ke depan.
Bencana alam juga tidak henti-hentinya melanda negeri tercinta ini. Gempa bumi di beberapa tempat yang menewaskan ribuan orang dan akhir-akhir ii banjir di beberapa tempat menambah derita rakyat negeri ini. Pesawat jatuh akibat cuaca buruk atau kesalahan teknis manusia disamping usia pesawat yang telah lanjut merupakan contoh sederetan peristiwa lain yang menambah sedih relung hati kita.
Peristiwa global semacam KTT perubahan iklim di Kopenhagen Denmark yang masih menyisakan banyak masalah dan tidak menghasilkan kesepakatan yang mengikat secara hukum merupakan peristiwa yang menyesakkan hati kita dan kita harus siap-siap menanggung akibatnya jika tidak ada kesepakatan baru yang mengerem laju perusakan bumi akibat ulah manusia.
Pengetahuan, teknologi dan seni ... semuanya harus diaplikasikan agar umat manusia ke depan dapat menikmati hidupnya dengan lebih tenang, damai, aman dan sejahtera.
Masihkah ada harapan itu untuk tahun 2010 ini? Kita akan melihatnya pada awal 2011 nanti. Semoga harapan itu masih ada!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar