Jumat, 18 Desember 2009

Satu Muharram, satu Suro

Sudah sewajarnya bagi umat Islam khususnya untuk merayakan tahun baru Islam tersebut dengan berbagai macam cara. Ada yang menyelenggarakan event-event besar seperti ceramah umum, pawai obor sambil membaca puja puji kepada Allah dan Rasulnya, atau sekedar shalat malam dan merenung sendiri di rumah.
Dalam masyarakat Jawa khususnya yang masih kental dengan adat budayanya, malam satu Suro sering dirayakan dengan pesta adat budaya. Grebeg, jamasan pusaka, mencuci kelambu yang dikeramatkan, mandi bersama di sungai, atau bahkan kungkum semalam suntuk untuk ngalap berkah.
Sering apa yang masyarakat lakukan tersebut sudah masuk kategori menyimpang dari kaedah agama yang kuanut. Air bilasan pencucian kelambu diperebutkan karena dianggap membawa berkah. Sepertinya mereka lupa bahwa yang memberikan berkah sebenarnya adalah Allah semata. Sudah sepatutnyalah kita-kita menyadarkan mereka agar kembali ke tuntunan agamanya walau dipandang dari kacamata budaya, mungkin hal tersebut merupakan kekayaan adat istiadat budaya bangsa. Nah lho ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar