Minggu, 08 Mei 2011

Angin

Angin yang kuat dan laut yang kasar merupakan bencana serius yang dihadapi pelaut. Angin ini berarti pula tambahan bahan bakar/ pembakaran/ propulsi bagi perahu dan pesawat terbang. Angin berarti gerak udara akibat perbedaan tekanan atmosfer permukaan dari satu tempat ke tempat yang lain. Di beberapa meter terbawah atmosfer angin tidak pernah steady; selalu berubah arah dan kecepatannya akibat pengaruh gesekan. Angin pasat yang merupakan angin paling tunak (steady), juga bervariasi dari hari ke hari. Pada sabuk lintang tengah dimana baratan terjadi, perubahan arah dan kecepatan angin diakibatkan oleh pergerakan eddy berskala besar di atmosfer, depresi udara dan antisiklon. Variabilitas angin dari menit ke menit juga akibat eddy tapi orde skalanya jauh lebih kecil. Eddy turbulen yang konstan berkembang dan meluruh di atmosfer khususnya di lapisan bawah dan pergerakannya akibat dari variabilitas angin permukaan jangka pendek. Gesekan permukaan meningkatkan turbulen dan umumnya angin lebih bervariasi di atas daratan daripada di atas lautan.
Puncak angin yang meningkat disebut gust dan lembahnya disebut lull. Rasio persentase peningkatan gust terhadap laju rata-rata disebut Faktor Gust, biasanya kurang lebih 50% di atas laut terbuka. Faktor gust bergantung pada massa udara yang mempengaruhi daerah tersebut. Dia berkembang dengan sangat baik pada saat massa udara tidak stabil (yang menyebabkan gerak vertikal udara).
Awan Cu hasil dari udara yang dipanaskan yang naik dari permukaan bumi dalam bentuk gelembung-gelembung uap air. Udara ini digantikan oleh udara dari ketinggian kurang lebih 1 km di atas permukaan (level angin geostropik), yang dominan di atas lapisan gesek dekat permukaan. Udara yang turun mempertahankan arah dan kecepatannya dan tiba di permukaan sebagai intermittent gust. Gust kemudian berubah arah dan laju anginnya. Di BBU gust berubah arah terhadap ketinggian kurang lebih 20-30 derajat; demikian juga di BBS. Gust lebih sering terjadi dan lebih kuat ketika seseorang dekat dengan awan kumulus (Cu). Juga benar bahwa dalam beberapa hal angin calm bisa ditemukan di dekat sekitar awan-awan Cu akibat gerak udara vertikal yang menghasilkan awan.
Dalam kasus-kasus di atas, gust disebabkan oleh angin geostropik di level atas yang turun ke permukaan sebagai pertukaran udara yang dikonveksikan ke atas melalui pemanasan permukaan. Ini sering disebut sebagai “gust massa udara”. Gust yang lebih merusak berhubungan dengan shower dan badai guruh (dari awan Cb). Gust ini setidaknya sebagai akibat dari arus udara turun yang turun bersama tetes hujan yang disebut sebagai “downdraft gust”. Jika gust semacam ini hidup selama lebih dari semenit maka disebut SQUALL.

Efek angin lokal, udara cenderung bergerak sepanjang estuary/ saluran daripada memotongnya yang dikenal sebagai istilah channelling. Bila angin yang berhembus sepanjang estuary/ saluran maka laju angin di atas saluran tersebut lebih kuat daripada di atas daratan pada kedua sisi yang disebut Funnelling.
Radiasi matahari memanaskan permukaan daratan sampai kedalaman beberapa sentimeter sedangkan di laut menembus sampai kedalaman 10 meter pada siang hari. Pada malam hari proses di atas berbalik sehingga terjadi penurunan temperatur relatif besar di daratan dan relatif kecil di lautan. Perkembangan angin laut dan angin darat dapat ditaksir kekuatannya/ kecepatannya menggunakan skala Beaufort.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar